Refleksi Membaca dan Menulis


Membaca, menulis, berbicara, dan mendengar adalah kompetensi yang harus dimiliki siswa dalam pembelajaran bahasa. Dengan kompetensi tersebut, pintu Iptek terbuka. Bukankah mencerdaskan kehidupan bangsa adalah bagian dari amanat para pendiri bangsa?

Dalam Islam ke-empat aktivitas ( yaitu: membaca, menulis, mendengar, dan berbicara ) tersebut banyak ditekankan agar kita sebagai umat manusia memiliki kompetensi terkait agar menjadi mahluk yang cerdas. Bukankah para Rasul mewariskan Kitab Suci kepada umatnya untuk dibaca, dipelajari, dan dikaji ? Siapakah yang mampu memahami pesan berharga tersebut ? Ulama, ilmuwan, dan cerdik pandai tentunya. Ya …, bukankah Ulama adalah pewaris para Nabi. Bahkan, tulisan pena para Ulama ( seperti yang ada dalam Tafsir-tafsir Kitab Suci Al-Quran Al Karim ) sangat berharga untuk pencerahan umat manusia. Kemudian, mengapa sebagian besar umat Islam ( di Indonesia dan juga diberbagai belahan bumi ) masih terbelakang dalam pendidikan? Bukankah sekolah-sekolah telah banyak didirikan ? Mengapa dalam statistik, kualitas pendidikan mereka rata-rata masih rendah? Apakah mereka lalai bahwa Kitab Suci dan Sunnah Rasul adalah sumber ilmu? Barangkali pertanyaan-pertanyaan reflektif itu terlalu jauh, namun kami berharap agar dapat mengingatkan kita semua, bahwa masih banyak tugas-tugas kita yang belum terlaksana dalam mengemban amanat pendiri bangsa Indonesia.

Pembiasaan rajin membaca dan menulis adalah pondasi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, untuk itu marilah anak-anak didik kita biasakan untuk aktivitas itu, agar kelak mereka menjadi aset bangsa Indonesia yang berharga ( sebagian menjadi ulama, ilmuwan, dan cerdik pandai ) yang berkontribusi dalam membangun kemajuan dan peradaban bangsa. Pendidikan memerlukan proses, dan hasil-hasilnya terketahui 20-25 tahun kemudian. Mulailah dari hal-hal yang kecil, maka lama-lama akan menjadi besar. Jangan seperti keledai yang diberi kitab, maka kitab itu dibawa kemana-mana tanpa mengetahui apa pesan-pesan/isinya. Sungguh, sangat memprihatinkan kalau mereka masih malas belajar, terlebih di era kemajuan Iptek. Mudah-mudahan anak didik kita senang membaca dan menulis, serta mendengar pesan-pesan ini.

About smpn4rdd

Visi : Berkualitas, humanis dan berprestasi Dies Natalis : 17 April

Posted on March 6, 2012, in Kegiatan Pembelajaran. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: